"Maybe life is worth living again"
Judul Buku : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2025
Ale bahkan sampai kepikiran "Pantaskah hidup ini kulanjutkan?". Yah, dan pada akhirnya Ale memutuskan untuk segera mengakhiri hidupnya. Toh, tidak akan ada orang yang akan merasa kehilangan dirinya. Ale memutuskan cara untuk mengakhiri hidupnya adalah dengan minum obat-obatan dari psikiaternya namun dengan dosis yang berlebihan.
Ale memutuskan akan mengakhiri hidupnya sehari setelah hari ulang tahunnya yang ke-37. Tepat pada waktu dia akan menghabisi hidupnya, Ale melihat tulisan di obatnya "dikonsumsi setelah makan". Ale kemudian teringat mie ayam yang biasa dia makan sebagai sarapan sebelum berangkat ke kantor. Kemudian Ale memutuskan untuk makan mie ayam langganannya terlebih dulu. "Aku berhak bahagia sebelum mati".
Dari sini, petualangan Ale menemukan makna hidup dimulai. Keinginan sederhananya untuk bahagia sebelum mati dengan memakan mie ayam, ternyata tidak semudah yang dibayangkannya. Ada banyak kejadian berliku yang dialami Ale. Mulai dari membantu prosesi orang mati, masuk ke sekolah parcok, ketemu preman mafia narkoba, ketemu PSK dan Mami PSKnya, ketemu OB kantornya, ketemu bu Murni, ketemu penjual layangan sampai ketemu orang buta yang jualan kerupuk Bangka. Semua orang dan kejadian tersebut memberikan insight, dan juga sinyal-sinyal serta pesan-pesan untuk Ale mengenai makna kehidupan.
Keren seh bukunya, banyak insight tentang makna hidup yang bisa kita ambil dari perjalanan makan mie ayam sebelum mati-nya Ale. Mungkin beberapa dari kita juga pernah merasa seperti Ale, merasa rendah diri, tidak berharga dan bukan siapa-siapa. Tapi sebenarnya, kalau kita mau lebih sensitif lagi, mau memperluas pandangan kita, mau menggunakan hati kita, ada banyak hal kecil dalam hidup yang bisa selalu kita syukuri, yang bisa jadi alasan kita untuk terus melanjutkan hidup.
Tapi memang ya, ada banyak kata-kata kasar dan vulgar dalam buku ini, apalagi saat masuk sekolah parcok dan hidup bersama preman mafia narkoba. Duh, saya saja sampai shock dengan kata-kata kasarnya. Ini sepertinya bahkan tidak bisa dibaca anak remaja.
Awalnya timbul pertanyaan setelah menamatkan buku ini. Tapi setelah dicermati lagi, sepertinya memang endingnya bagus seperti itu. Mau cerita, tapi takut terlalu banyak spill, wk..wk.. Yang sudah baca bukunya, bisa sharing pandanganmu soal ending bukunya ya.
Overall, buku ini bagus, desperatenya Ale terasa sekali, sampai perubahannya setelah menemukan makna hidup juga membuat perasaan dan hati kita menjadi nyaman.
Jadi, kalau suatu saat, kalian merasa sudah berada di titik paling rendah dalam hidup, ingatlah kalimat ini ya: "Maybe its just a bad day, not a bad life afterall".
#KLIP2026
#IbuProfesional
#KelasLiterasi
#KonsistenMenulis




