Photos by Thirdman in Pexels
"Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do'amu!"
- Al-Qur'an Surah Al-Ghafir (40): 60-
Pernah gak kamu merasa kalau sudah banyak berdo'a, banyak berusaha, tapi koq sepertinya keinginan dalam do'amu belum juga dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa?
Apakah kamu percaya bahwa Tuhan tidak mengabulkan do'amu atau justru sebenarnya Dia sudah menjawab do'amu tanpa kamu sadari?
Padahal Allah SWT telah berjanji dalam kitab sucinya, Al-Qur'an, bahwa jika kita berdo'a kepada Allah SWT dengan penuh khusyuk dan harap akan terkabulnya do'a kita, bahwa apapun do'a yang kita panjatkan, pasti akan Allah kabulkan.
Ada 3 jenis terkabulnya do'a:
1. Do'amu langsung dikabulkan Allah SWT saat itu juga
2. Do'amu membutuhkan waktu untuk Allah SWT kabulkan. Allah SWT pasti akan mengabulkan pada waktu dan tempat yang tepat
3. Do'amu dikabulkan dalam bentuk lain. Bentuk lain yang pastinya lebih baik menurut pandangan-Nya, bukan menurut pandangan kita sebagai manusia. Karena baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah SWT.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui" - Al-Qur'an Surah Al-Baqarah (2) ayat 216.
Ada pengalaman dalam terkabulnya 3 jenis pengabulan do'a seperti di atas:
1. Waktu saya pergi ke NTT (Nusa Tenggara Timur), tepatnya di Kota Kupang, saya pernah diajak makan malam di suatu tempat, yang mana tempat tersebut menyediakan 2 jenis masakan ikan: ikan kuah asam dan ikan bakar. Saat pertama ke tempat ini, saya pesan kuah ikan asam. Rasanya enak dan berasa sekali kuah asamnya. Pada saat pertama kali ke tempat ini, saya kurang memperhatikan lokasi, bahkan nama tempatnya. Saya fokus menikmati makanannya yang lezat. Tapi karena saking lezatnya, saya ada kepikiran untuk suatu saat datang ke tempat ini lagi.
Nah, kali berikutnya saya datang ke Kota Kupang, NTT lagi, saya berkeinginan untuk ke tempat makan ikan itu lagi. Tapi saya benar-benar tidak punya ide, apa namanya dan dimana lokasinya. Sebenarnya saya ingin bertanya kepada kawan yang pertama kali mengajak saya makan ke sana, tapi ada aza lupanya. Suatu waktu, setelah kunjungan lapang, kawan dari organisasi lokal mengajak saya makan malam, dan saya bilang padanya kalau saya ingin makan ikan bakar. Tahu sendiri kan, Kupang itu daerah pantai, sangat mudah dan murah untuk mencari tempat makan ikan bakar. Akhirnya saya diajak ke suatu tempat yang mereka sebut namanya Ikan Bakar daerah Liliba, katanya lokasinya dekat dengan jalan menuju bandara. Dan katanya itu recommended dech. Kata kawan organisasi lokal saya, waktu itu pernah ada anak magang di organisasinya, yang ternyata merupakan adik dari owner Ikan Bakar Liliba itu. Pas, sampai lokasi, saya terkejut. "Lah, bukannya ini tempat makan yang saya cari-cari?". Bayangkan sekali saya berdo'a, tiba-tiba wuzz langsung dikabulkan donk. Diantar langsung di depan mata saya. MasyaAllah.
2. Jadi dulu, setelah melahirkan anak pertama, saya langsung memakai KB IUD (Spiral). Tahun pertama dan kedua, kayaknya masih trauma melahirkan. Rasa sakitnya masih terasa. Namun setelah tahun keempat, saya juga rindu mau punya anak lagi. Jadi, KB IUDnya saya lepas. Saya berdo'a setiap hari, kalau saya mau punya anak laki-laki, karena anak pertama saya perempuan. Saya kasih banyak alasan, kenapa saya ingin anak laki-laki. Karena saya ingin belajar mendidik anak laki-laki yang pastinya berbeda dengan anak perempuan. Saya ingin punya "bodyguard" kalau saya punya anak laki-laki, yang kelak akan bisa menjaga dan melindungi saya. Saya ingat, saya terus berdo'a, bermohon, merajuk agar Allah SWT mengabulkan do'a saya. Namun, tahun berganti tahun, usia saya juga terus beranjak semakin tidak muda. Sampai usia saya mendekati 40 tahun. Saya menyerah. Kami menyerah. Saya berpasrah, "sepertinya kita memang ditakdirkan hidup hanya bertiga saja (saya, suami saya dan anak pertama saya)". Tapi, saat saya sudah menyerahkan diri dengan kepasrahan, kabar itu muncul. Saya positif hamil! Pada masa pandemi Covid-19, saat 9 tahun jeda, saat saya memasuki usia 40 tahun, saya melahirkan anak laki-laki! My dream comes true! Do'a panjang saya terkabul. Alhamdulillah.
My Baby Boy
3. Saya dulu pernah pacaran, sekitar 2 tahun. Orang ini sudah seperti lelaki impian saya. Ganteng, baik (?), lumayan agamis dan unik. Saya sudah kenal dengan keluarganya juga. Kami juga pernah bicara soal pernikahan. Pokoknya, saya sudah terbayang, akan menikah dengan orang ini. Tapi ternyata, takdir berkata lain. Saya tidak menikah dengan orang ini. Saya justru menikah dengan teman orang ini. Iya, saya menikah dengan teman pacar saya. Koq bisa? ya bisa, namanya juga jodoh. Jalan sudah berliku, malah berjodoh dengan teman pacar saya. Dan sampai tahun 2026 ini, usia pernikahan kami sudah mencapai 15 tahun. Dengan dianugerahi 2 orang anak, perempuan dan laki-laki.
Seperti di film "Andai Ibu tidak Menikah dengan Ayah", hm...sepertinya, saya juga tidak akan menyesal, tidak jadi menikah dengan mantan pacar saya yang dulu. Karena, saya selalu berkata seperti ini kepada diri saya sendiri "Kay (anak pertama saya) sudah ditakdirkan untuk hadir di dunia ini, Ars (anak kedua saya) memang ditakdirkan untuk menjelma di tempat fana ini". Dan itu bisa terjadi, karena saya menikah dengan suami saya yang sekarang. Allah SWT mengabulkan do'a saya, namun dalam bentuk lain, dalam bentuk terbaiknya. Sebuah keluarga yang sempurna, yang InsyaAllah diridho'i Allah SWT dalam setiap langkahnya, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Begitulah kisah terkabulnya do'a-do'a saya dengan segala bentuknya. Saya tidak akan berhenti berdo'a, kamu juga pastinya tidak akan pernah bosan berdo'a, karena Allah SWT yang Maha Mengabulkan do'a pasti akan mengabulkan setiap do'a-do'a kita, InsyaAllah.
Apakah kamu juga punya pengalaman terkabulnya do'a?
#KLIP2026
#IbuProfesional
#KelasLiterasi
#KonsistenMenulis
#Hari18






























