• 1
    INSPIRASI
    Semoga semua tulisan, kisah, dan semua yang tertulis di sini menginspirasi anda.! ♡
    Klik di sini
  • 2
    PERJALANAN
    Semua tulisan perjalanan wisata, kuliner, rekreasi dapat anda baca di sini. Silakan klik untuk membacanya lebih lanjut. ♡
    Klik di sini
  • 3
    PENGASUHAN
    Saya membagikan cerita, kisah, atau tips tentang pola pengasuhan anak melalui tulisan-tulisan di rubrik ini. ♡
    Klik di sini
Selamat Datang!
Blog ini merupakan rumah baru saya, tempat di mana saya menuliskan serta mencurahkan isi hati dan kepala saya. Saya menyukai dunia sosial, membaca, menulis serta jalan-jalan berfaedah. Sejak di kampus saya sudah berkeliling Indonesia serta berkesempatan ke luar negeri seperti Eropa (Croatia, Italia, Belanda, Perancis, Belgia) dan Asia (Bangladesh, Korea Selatan dan Thailand). Saya juga tertarik mendalami teknologi dan inovasi, dan pernah menjadi perwakilan Save the Children Indonesia dalam AI Incubator di Bangkok, Thailand.

Silakan klik tautan ini untuk membaca semua tulisan saya. Terimakasih!
Ingin Tahu Lebih Banyak?
Baca Selengkapnya

Baca Ini

Terbaru di Sini

Ramadhan di Kupang

 

Bazzar Ramadhan

Ramadhan 1447 H ini, saya lewati beberapa hari di kota Kupang. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menjalani beberapa hari bulan Ramadhan di Kupang.

Beberapa tahun lalu, juga pernah merasakan Ramadhan di Kupang. Waktu itu saya menginap di hotel On the Rock, karena memang kegiatannya dilaksanakan di hotel itu.

Waktu itu, saya sempat tidak percaya ya, karena kan yang saya tahu, mayoritas penduduk Kupang itu adalah non-muslim. Jadi, pada saat itu, hotel itu menyediakan sahur, lumayan terkejut juga ya. Wah keren juga. Tapi yang saya ingat juga waktu itu, karena kami bersama dengan konsultan yang sudah berumur dan beliau itu lupa, kalau di Kupang itu beda waktu dengan Jakarta, sehingga beliau terlambat untuk turun sahur. Ya terlambat sekitar 1 jam lah, tapi pas sudah adzan shubuh. Kasian juga seh, tapi ya mau gimana lagi.

Kemudian, saat akhir bulan Februari 2026 lalu, saya juga di Kupang saat Ramadhan. Kali ini saya stay di hotel Kristal, karena memang kegiatannya dilakukan di hotel ini. Mereka juga menyediakan sahur. Selain sahur, mereka juga menawarkan paket berbuka puasa seharga Rp.115,000 per pax sudah bisa makan sepuasnya. Cuma waktu itu, pas saya sampai kamar, melihat kalau restoran hotel ini ada sup tom yam. Duh, saya langsung ngiler dunks. Jadinya saya pesan itu. Nasi plus tom yam beserta minuman frappe coklat. Eh, ternyata habisnya malah sampai Rp.120,000 he..he..Tapi gpp lah, yang penting bisa terpenuhi rasa kepengen makan tom yamnya. Selain itu rasa tom yamnya lumayan enak. Pedas asamnya berasa. Isi seafoodnya juga lumayan, ada ikan, udang dan cumi, selain itu juga ada jamurnya. Jadinya bagi saya, worth it lah, saya bisa memuaskan rasa kangen makan sup tom yam. 

Nah, di pertengahan bulan Mei 2026 ini, saya kembali menikmati Ramadhan di kota Kupang. Kali ini saya menginap di hotel Aston.

Saya dikasih tahu sama teman di sini, kalau mau cari ta'jil bisa menuju arah Bank Mandiri, bisa jalan kaki dari hotel Aston. Eh, ternyata baru keluar dari hotel, sudah ada keramaian. Karena letak hotel Aston itu di depan pantai. Nah, di pinggir pantai ini, ternyata ada Bazaar Ramadhan dari Masjid Nurul Hidayah Kupang. 

Ada berbagai macam jenis makanan dan minuman di bazaar ini. Mulai dari minuman manis, kue-kue basah, pastry, ketan, dimsum, gorengan, mochi, jus, salad, rujak dan masih banyak yang lain. Saya tertarik beli jus alpukat dan salad buah, serta dimsum. Dimsumnya lumayan ramai. Ada dimsum hot lava, jamur, udang, original dan juga mix. Saya pilih yang mix saja, jadinya kan bisa nyobain yang lain juga, he..he..gak mau rugi. Untuk harganya, jus alpukat itu Rp20,000, salad buahnya Rp10,000 di cup kecil. Untuk dimsum, Rp42,000 dengan isi 8 pcs. Masih masuk lah ya untuk harganya, apalagi rasanya lumayan enak. 

Kampoeng Ramadhan

Nah, setelah puas jajan mata ta'jil di Bazaar Ramadhan, kita berpindah ke tempat nongkrong yang tidak jauh dari lokasi Bazzar. Kita ke Kampoeng Ramadhan. Lokasinya di RM Padang Bundo Kanduang. Di sini juga ada berbagai macam jenis makanan. Yang pasti ada masakan padang, termasuk sate padangnya. Ada makanan untuk sarapan seperti bubur ayam, ada juga snacknya, macam pisang goreng, kentang goreng, bakwan, dll. Ada coffee shopnya juga buat yang suka minum kopi. Di sini juga ada seafoodnya lho! Di samping jenis makanan yang beragam, suasananya juga di pinggir pantai dan bisa sambil menikmati sunset sambil menunggu waktu berbuka puasa. Ya ngabuburitnya bersama sunset lah. Gimana? menarik banget kan?

Ternyata tidak membosankan juga Ramadhan di Kupang. Kalau kamu suatu saat ke Kupang saat Ramadhan, tidak perlu takut ya, tenang saja, karena kamu tetap masih bisa menikmati suasana Ramadhan yang mendukung puasamu. 

Apakah ada yang juga sudah pernah merasakan suasana bulan Ramadhan di Kupang? boleh sharing juga lho!



#KLIP2026

#IbuProfesional

#KelasLiterasi

#KonsistenMenulis

#Hari40











Komentar

  1. Aku belum pernah ke kupang, apalagi pas Ramadan. Asyik aja ya ternyata tetap kondusif dan bisa menikmati suasana seperti di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, surprisingly ternyata tetap kondusif, aman dan masih ada suasana Ramadhannya dech seperti kota-kota lain yang mayoritas muslim

      Hapus
  2. Menarik ini, Kampoeng Ramadhan yang berada di pinggir pantai, karena membayangkan menunggu waktu berbuka sambil menikmati sunset pasti memberikan pengalaman yang unik. Dan soal tom yam itu, saya paham sekali rasanya ketika ada makanan yang sudah lama diidamkan lalu akhirnya bisa dinikmati saat berbuka, wah nikmat pasti yaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, syahdu-syahdu gimana gitu mba :-). Saya terlalu ngefans sama tom yum soale, wk..wk..

      Hapus
  3. Wah ternyata Ramadhan di Kupang seru juga ya.....padahal mayoritas penduduknya bukan muslim tapi bisa semenyenangkan itu sampai ada bazar kuliner Ramadahan dengan makanan yang menggugah selera

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ternyata memang seseru itu mba, saya juga tidak menyangka kalau sampai ada Bazaar Ramadhannya

      Hapus
  4. ternyata kekhawatiran karena masyarat mayoritas non musim susah menemukan menu buat sahur dan buka yang terjadi kebalikannya ya mbaa malah ada bazar ramadhan juga disini yaa..seru sie pasti bisa merasakan moment ramadhan dengan kemeriahan yg berbeda dr tempat tinggal kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mba, ternyata masih bisa merasakan suasana Ramadhan juga di Kupang yang pasti memberikan nuansa berbeda

      Hapus
  5. Bulan Ramadan justru kami tidak pernah kemana-mana
    Kebiasaan keluarga besar kalau pas puasa di rumah saja
    Pas lebaran baru keliling baik silaturahmi maupun rekreasi
    Ramadan di Kupang meriah seperti di Jawa juga ya
    Saya kira di Nusa Tenggara sana muslimnya minoritas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, di rumah saja asal selalu bersama keluarga juga pasti menyenangkan.
      Betul mba, muslim memang minoritas di Nusa Tenggara Timur, makanya saya juga amazed ternyata suasana Ramadhannya tetap terasa

      Hapus
  6. Kupang mashaAllah yaa.. NTT.
    Perjalanan yang ditempuh dari domisili ka Wahyu dari manakah?
    Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimush shalihat.. tetap bisa makan masakan Padang di RM Padang Bundo Kanduang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dari Jakarta mba. Iya mba, makan rendang padang untuk buka puasa tuch sesuatu banget, wk..wk..wk..

      Hapus
  7. Suasana Ramadhan memang sangat istimewa dan tak terlupakan. Kupang juga ternyata sangat menarik dan cukup meriah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, memang ternyata Ramadhan di Kupang menarik dan meriah

      Hapus
  8. Wa cerita yang menarik
    Aku belum pernah ke kupang mba
    Palingan selain di surabaya, aku pernah merasakan suasana lebaran di ibukota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Surabaya dan Jakarta, pasti selalu meriah kalau Ramadhan dan Lebaran ya mba

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah ya mbak walau mayoritas di Kupang bukan beragama islam tapi Ramadan di sana tetap seru dan mudah menemukan takjil untuk berbuka. Saya sendiri belum pernah Ramadan di kota lain kecuali waktu kecil dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, Alhamdulillah, memang sesuatu banget bisa merasakan suasana Ramadhan di daerah yang muslimnya minoritas

      Hapus
  11. Hmmm belum pernah ke kupang ni tp jadi pengen deh merasakan suasana ramadhan di sana, pasti berbeda ya dari di kotaku mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mba dicobain kapan-kapan merasakan suasana Ramadhan di kota Kupang :-)

      Hapus
  12. Nambah 5000 ya kak jadinya hehe.
    Tapi gapapa sih, karena kalau hidangannya kita suka mah, happy aja pastinya, terlebih ini buat momen berbuka puasa. Cuma jangan sampai kelojotan makannya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wk..wk..iya lagi. Bener mba, yang penting happy :-D

      Hapus
  13. Saya belum pernah ke Kupang, Kak. Jika suatu saat datang ke sana di bulan Ramadan, sudah tidak khawatir lagi. Meskipun muslim minoritas di sana, tetap bisa merasakan nuansa Ramadan yang hangat yaa..

    BalasHapus
  14. Baru tahu dengan Kupang. Ternyata walaupun minoritas tapi tetap semangat ya

    BalasHapus

Posting Komentar