Dan Rabbmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo'a kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina - QS. Al-Mu'min/Ghafir (40): 60
Hari ini baru saja mengalami keajaiban do'a serta konsep rezeki.
Jadi, hari ini kami jalan-jalan ke monas, karena nenek mau ke monas, katanya ada pembagian makan gratis. Padahal Ars maunya main playground di Blok M. Yah, tapi untuk kali ini, kami ikut nenek.
Sesampainya di monas, ternyata ramai sangat manusia. Bahkan polisi-polisi yang berjaga pun ada berjibun, belum ditambah satuan pengamanan lain, termasuk Satpol PP. Masuk ke kawasan monas pun, dijaga ketat sampai ada body scanning juga. Plus tidak ada sinyal handphone dunks. Mati sinyalnya, ya sepertinya dimatikan untuk keamanan.
Ternyata ada pembagian sembako dan juga makanan gratis. Tapi, untuk pengambilan sembako sudah ada kuponnya yang dibagikan sebelumnya, sepertinya dibaginya di kelurahan. Nah, kami kan bukan orang yang dapat kupon ya, jadi gak bisa dapat sembako. Namun, untuk makanan, kami masih bisa dapat, walaupun harus mengantri terlebih dahulu.
Karena lelah, saya dan kedua anak saya istirahat di tugu apa ya namanya? pokoknya tugu ini ada di antara satu garis lurus antara Perpustakaan Nasional dan Monas. Sedangkan nenek dan suami saya mencoba bergerak untuk antri ambil makanan.
Nah, saat duduk istirahat itu, saya sudah sangat lapar, karena memang belum makan siang dan itu mungkin sudah sekitar jam 4 sore. Saya ingat saya beli roti sebelum berangkat, tapi ternyata roti itu ada di tas yang dibawa suami saya. Saya hanya berucap do'a "Ya Allah, saya lapar, mau makan". Eh, tahu-tahunya ada stranger/orang asing yang datang tiba-tiba menawarkan makanan. Saya saja sampai kaget. Wah, koq bisa? Berdo'a minta makan sama Allah, langsung dikabulkan. Tak henti-henti saya berucap Alhamdulillah, MasyaAllah Tabarakallah.




