• 1
    INSPIRASI
    Semoga semua tulisan, kisah, dan semua yang tertulis di sini menginspirasi anda.! ♡
    Klik di sini
  • 2
    PERJALANAN
    Semua tulisan perjalanan wisata, kuliner, rekreasi dapat anda baca di sini. Silakan klik untuk membacanya lebih lanjut. ♡
    Klik di sini
  • 3
    PENGASUHAN
    Saya membagikan cerita, kisah, atau tips tentang pola pengasuhan anak melalui tulisan-tulisan di rubrik ini. ♡
    Klik di sini
Selamat Datang!
Blog ini merupakan rumah baru saya, tempat di mana saya menuliskan serta mencurahkan isi hati dan kepala saya. Saya menyukai dunia sosial, membaca, menulis serta jalan-jalan berfaedah. Sejak di kampus saya sudah berkeliling Indonesia serta berkesempatan ke luar negeri seperti Eropa (Croatia, Italia, Belanda, Perancis, Belgia) dan Asia (Bangladesh, Korea Selatan dan Thailand). Saya juga tertarik mendalami teknologi dan inovasi, dan pernah menjadi perwakilan Save the Children Indonesia dalam AI Incubator di Bangkok, Thailand.

Silakan klik tautan ini untuk membaca semua tulisan saya. Terimakasih!
Ingin Tahu Lebih Banyak?
Baca Selengkapnya

Baca Ini

Terbaru di Sini

Na Willa dalam Film

 

Na Willa di Bioskop

"Berbohong itu seperti kerikil di sepatu kita. Rasanya tidak enak dan mengganjal sehingga membuat tidak nyaman saat berjalan"


Judul Film    : Na Willa

Sutradara    : Ryan Adriandhy

Penulis        : Ryan Adriandhy dan Reda Gaudiamo

Pemain     : Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), Azamy Syauqi (Dul), Ibrahim Arsenio (Bud), Irma Novita Rihi (Mak), Junior Liem (Pak)


Setelah tahu kalau buku Na Willa bakal difilmkan dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, itu lho yang juga jadi sutradara film Jumbo, ih, langsung gak sabar pengen nonton filmnya. 

Film Na Willa launching menjelang lebaran, yang pas banget untuk ditonton saat libur lebaran bersama keluarga.

Di libur lebaran ini ada beberapa film bagus yang juga tayang meramaikan bioskop XXI. Bingung mau nonton yang mana, soalnya memang bagus-bagus. Tapi kalau saya mah, sudah terlanjur kepo sama film Na Willa. Membayangkan bagaimana sekali lagi sebuah film diangkat dari sebuah buku.

Nah, kalau kemarin, saya sudah mereview buku Na Willa, kali ini saya mau review film Na Willanya. 


Nonton Na Willa

Jadilah libur lebaran 2026 ini, saya dan keluarga nonton film Na Willa di Bioskop XXI.

Tiket XXI Film Na Willa

Kami nontonnya di Blok M Square. Rame sekali euy di bioskop Blok M Square ini. Ya, selain karena memang sedang libur lebaran, film-filmnya emang banyak yang bagus yang tayang bersamaan. 

Tapi untuk film yang cocok ditonton bersama keluarga ya Na Willa dan Pelangi di Mars. Yang nonton 2 film ini, pasti keluarga yang bawa anak-anak. 

Nah, karena saya juga sudah punya anak, kalau mau nonton film di bioskop ya memang harus pilih-pilih ya. Pilih film yang memang untuk semua umur, jadi aman untuk ditonton bersama anak. Kalau mau nonton film sendirian agak susah soale, kecuali kalau pas ada nobar film di kantor.

Berlanjut ke film Na Willa. Filmnya penuh warna. Secara visual sangat memanjakan mata. Apalagi untuk anak-anak. Film yang cerah ceria penuh warna ini, pasti sangat menarik untuk anak-anak. Baju-bajunya, rumahnya, lingkungannya semua penuh warna yang hangat. 

Vintagenya juga dapat. Anak saya yang sulung juga bilang, kalau dia suka dengan rumah Na Willa. Vintage sekaligus cantik. 

Untuk jalan ceritanya, Ryan sang direktur, sekaligus penulis skenario, sukses dech bikin skenario yang berjalan begitu smooth, dari satu cerita ke cerita yang lainnya. Sepanjang film, saya membayangkan penulisan skenarionya. Maklum, saya dulu juga pernah buat skenario, walaupun bukan film ya, melainkan sinetron. Tapi ya cukup kebayang seh. 

Cuma terkadang saya merasa, ada kata dan kalimat yeng begitu kaku yang diucapkan Mak maupun Na Willa. 

Kalau secara akting, sudah keren seh, apalagi akting anak-anaknya ya. Cuma terkadang, saya masih merasa terlalu over aktingnya, jadi kayak kurang natural aza. 

Di dalam film ini juga banyak mengajarkan pesan-pesan pengasuhan. Bagaimana Mak mengajarkan Na Willa untuk tidak berbohong dan selalu berkata jujur. 

Selain itu, film yang berdurasi sekitar 2 jam ini juga lumayan flat, datar. Sedikit konflik. Ya, karena memang di bukunya juga seperti itu. Konfliknya hanya saat Dul tertabrak kereta dan juga saat di kelas Bu Tini. Selebihnya tuch datar aza. Bahkan suami dan anak bungsu saya juga pada akhirnya tertidur di dalam bioskop, mungkin karena bosan karena terlalu datar filmnya. 

Tapi yang saya suka adalah scene menyanyi di rumah sakit, saat Mak dan Na Willa menjenguk Dul setelah kecelakaan. Kalau di bukunya, ya mereka menyanyi sambil mengetuk-ngetukkan kaki palsu Dul. Nah, di filmnya, ternyata jadi sebuah lagu yang keren lho, judul lagunya "Sikilku Iso Muni". 

Video musiknya bisa dilihat di sini 👇


Keren banget lho lagunya! saya suka, saya suka....😍

So far, kalau mau nonton film keluarga, boleh banget nonton film Na Willa ini. Bisa belajar banyak hal dari Na Willa. Salah satunya ya #JadiAnakAnakLagi. Bagaimana melihat dunia dari sudut pandang anak-anak.

Nah, kalau kamu, apakah sudah nonton film Na Willa? Boleh yuk ceritain sudut pandangmu. Kalau belum, yuk segera ke bioskop, nyanyi bareng sama Na Willa. 




#KLIP2026
#IbuProfesional
#KelasLiterasi
#KonsistenMenulis
#Hari46