Nordu
"Coffee is always a good idea"
Perjalanan di Kalimantan Barat masih berlanjut. Kali ini kami dikejutkan oleh tempat nonkrong yang hits yang ternyata ada juga di Kecamatan Air Upas. Di antara belantara kebun sawit, diantara debu-debu yang beterbangan, diantara jalan tanah rusak, ternyata ada secercah "aroma" kota di Air Upas ini, yaitu Cafe. Sebenarnya ada 3 cafe yang ada di sini, tapi berdasarkan review langsung dari beberapa orang yang sudah ke sana, yang 1 itu, tidak nyaman dari segi tempat dan juga dari segi rasa tidak begitu memuaskan lidah.
Cafe paling hits diantara penduduk serta pendatang di Air upas itu adalah:
1. Nordu a.k.a Nomor Dua
Ini yang lokasinya paling dekat kedua dari losmen bahagia. Langsung keliatan seh, karena ada di pusat desa Air Upas. Dari awal kami datang dari Ketapang, sudah tahu ada Nordu. Begitu kita tahu, hampir tiap hari kami mampir ke Nordu.
Menu Utama di Nordu
Gara-gara ada Nordu, jadi harus minum manis beberapa kali. Karena biasanya, kalau di rumah, saya minum manis hanya teh hangat di pagi hari. Setelahnya selalu air putih. Tapi karena ada Nordu, dan teman perjalanan saya coffee addict semua, jadi terpaksa mengikuti mereka. Udah sempat nolak, tapi malah dipaksa. Memang teman luck-nut, ha..ha..
Kenapa Nordu jadi pilihan di Air Upas? ya, keberadaannya saja sudah lumayan amazing di pedesaan seperti ini. Bagaikan oase di padang pasir. Pasti mupeng lah untuk bisa sering-sering ke Nordu. Ditambah FOMO juga pastinya. Selain itu, tempatnya itu luas banget. Ada pilihan untuk smoking di luar ruangan, serta non-smoking di dalam. Selain itu ada ruang untuk billiard juga, plus ruang VIP.
Untuk saya yang bukan coffee drinker, ya biasa aza seh kopinya. Tapi kalau kata teman-teman yang lain, memang enak kopinya. Dibanding cafe yang satu lagi, yang tidak saya masukkan dalam daftar ini.
Untuk makanannya, saya hanya sempat mencoba nasi goreng kampung, inipun pas di malam terakhir di Air Upas.
Nasi Goreng Kampung
Nasi goreng kampungnya surprisingly enak, walaupun porsinya termasuk jumbo untuk saya. Ada terinya juga di dalam nasi gorengnya. Tastefull nasi gorengnya. Buat saya sudah OK banget itu. Saya baca review, katanya nunggu makanannya lama, tapi pas saya malam itu, sepertinya tidak begitu lama, kayaknya bahkan tidak sampai menunggu sampai 15 menit, pesanan saya sudah siap.
Di Nordu, buat nongkrong rame-rame bisa, ngerjain tugas juga bisa, jaringan internetnya lumayan stabil, buat nonkrong sendirian juga aman koq. Teman perempuan saya, pulang dari Nordu jam 10 malam balik ke losmen bahagia juga aman. Saya malam itu, pulang dari Nordu juga jam 9, aman-aman aza Alhamdulillah.
Buat, daerah terpencil seperti Air Upas, Nordu sudah keren banget seh. Recommended kalau kamu suatu saat mampir ke Air Upas.
2. Sanjaya Cafe
Sanjaya Cafe
Cafe yang kedua adalah Sanjaya Cafe. Yang ini, tempatnya lucu dan instagrammable banget. Walau tempatnya lebih kecil, tapi cafe yang ini lebih family-friendly.
Walau cafe ini belum ada di gmaps, ya bahkan Nordu aza, di gmaps itu gak ada fotonya sama sekali, tapi tempat di Senjaya Cafe ini cozy banget.
Suasana Senjaya Cafe
Di bagian belakang, ada tempat duduknya juga, sekaligus playground untuk anak-anak, termasuk mobil-mobilan. Untuk playgroundnya ada biaya tambahan lagi, kalau tidak salah Rp50,000.
Outdoor Area Senjaya Cafe
Untuk menu kopinya sangat sedikit dibandingkan Nordu. Secara keseluruhan menunya memang lebih terbatas.
Di sini, saya pesan nasi goreng. Tapi kalau dibandingkan nasi goreng kampungnya Nordu, jauh seh. Saya lebih suka nasi goreng kampung Nordu. Rasa nasi gorengnya di sini terlalu flat, tidak ada sesuatu yang menonjol. Just so..so.
Nasi Goreng Senjaya
Untuk harganya, sebenarnya standar Air Upas ya, mahal, wk..wk.. Di Air Upas itu kalau dibandingkan harga-harga di Jakarta termasuk lebih mahal. Mungkin karena memang sumber bahan-bahannya didapat dari luar Air Upas, selain itu, target pasarnya juga memang orang kebun kelapa sawit atau tambang, yang kalau di sana termasuk kalangan berada ya.
Tapi ada satu menu yang menarik di Senjaya Cafe ini, yaitu es sarang burung walet. Memang sejak datang di Air Upas ini, saya menemukan banyak bangunan yang ternyata merupakan sarang burung walet. Awalnya saya pikir, berarti banyak orang Cina di Air Upas, karena biasanya yang punya sarang burung walet adalah orang Cina. Memang banyak orang Cina di Air Upas, tapi tidak semua sarang burung walet itu punya orang Cina. Banyak juga dimiliki oleh orang lokal atau pendatang selain orang Cina, seperti orang Dayak atau orang Jawa.
Es Sarang Burung Walet
Sarang burung walet sendiri merupakan superfood yang memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, menjaga kesehatan tulang, serta membantu mencegah penyakit jantung.
Tapi harganya juga lumayan mahal. Segelas es sarang burung walet itu saja harganya Rp50,000. Itupun sudah dicampur dengan sirup melon. Rasanya terlalu manis buat saya yang sudah manis 😂. Mungkin kalau minumnya baru sekali, belum begitu terlalu terasa manfaatnya, harus rutin mengkonsumsinya, tapi kalau dengan harga mahal, ya pikir-pikir dech, ha..ha..Memang tidak untuk kaum mendang-mending ya, 😄.
Itulah dua tempat nongkrong di Air Upas, Kalimantan Barat yang hits bagi orang muda dan juga keluarga.
Kalau kamu nanti akan mengunjungi Air Upas, jangan lupa juga berkunjung ke Nordu dan Senjaya Cafe ya. Mudah-mudahan keduanya masih bisa bertahan lama di sana.
#KLIP2026
#IbuProfesional
#KelasMenulis
#KonsistenMenulis
#Hari80