• 1
    INSPIRASI
    Semoga semua tulisan, kisah, dan semua yang tertulis di sini menginspirasi anda.! ♡
    Klik di sini
  • 2
    PERJALANAN
    Semua tulisan perjalanan wisata, kuliner, rekreasi dapat anda baca di sini. Silakan klik untuk membacanya lebih lanjut. ♡
    Klik di sini
  • 3
    PENGASUHAN
    Saya membagikan cerita, kisah, atau tips tentang pola pengasuhan anak melalui tulisan-tulisan di rubrik ini. ♡
    Klik di sini
Selamat Datang!
Blog ini merupakan rumah baru saya, tempat di mana saya menuliskan serta mencurahkan isi hati dan kepala saya. Saya menyukai dunia sosial, membaca, menulis serta jalan-jalan berfaedah. Sejak di kampus saya sudah berkeliling Indonesia serta berkesempatan ke luar negeri seperti Eropa (Croatia, Italia, Belanda, Perancis, Belgia) dan Asia (Bangladesh, Korea Selatan dan Thailand). Saya juga tertarik mendalami teknologi dan inovasi, dan pernah menjadi perwakilan Save the Children Indonesia dalam AI Incubator di Bangkok, Thailand.

Silakan klik tautan ini untuk membaca semua tulisan saya. Terimakasih!
Ingin Tahu Lebih Banyak?
Baca Selengkapnya

Baca Ini

Terbaru di Sini

First Time Visit Borneo Island

 

Bandara Supadio Pontianak

"There is always first time for everything"


Bahkan setelah puluhan tahun hidup, akan tetap selalu ada kali pertama dalam hidup. Saya memang sudah bepergian sedari kecil. Beberapa momen "first time" yang saya ingat:

1. Pertama kali keluar pulau Jawa adalah ke Lampung, waktu itu ada kegiatan organisasi kampus di sana. Ini sekitar tahun 2000-2001-an gitu

2. Pertama kali naik pesawat itu tahun 2004, ke Makasar, Sulawesi Selatan. Sebenarnya tujuan mau ke Kendari, tapi dari Makasar kita jalan darat dan laut sampai ke Kendari

3. Pertama kali ke Luar Negeri tahun 2004, ke Eropa (Belanda, Croatia, Italia, Belgia, Perancis), ini waktu ada kegiatan World Congress dari organisasi kampus


Nah, kali ini, saya mau cerita pengalaman pertama kali menginjakkan kaki di Borneo Island a.k.a Pulau Kalimantan. Pulau besar yang belum pernah saya kunjungi memang tinggal Kalimantan dan Papua. Tahun 2026 ini kesampaian menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Kalimantan, InsyaAllah soon akan menginjakkan kaki di Papua ya, Aamiin...

Perjalanan pertama kali saya ke Pulau Kalimantan tujuan sebenarnya adalah ke Air Upas, sebuah kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Untuk menuju ke sana, sebenarnya ada 2 alternatif jalan:

1. Via Pontianak, lanjut ke Ketapang, lanjut jalan darat sekitar 5 jam

2. Via Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah lanjut jalan darat sekitar 4 jam

Tapi, dari jadwal keberangkatan, tidak ada jadwal pesawat terbang ke Pangkalan Bun. Kami sudah disarankan lewat Pangkalan Bun, karena jarak tempuh lebih dekat, jalannya juga lebih bagus, dibanding kalau lewat Ketapang. Karena tidak ada jadwal pesawat ke Pangkalan Bun, terpaksa lah kami mengambil jalur pertama via Pontianak. Pesawat Jakarta - Pontianak sekitar 1,5 jam. Jadi pertama kali menginjakan kaki di Pulau Kalimantan ya di Pontianak ini, walaupun cuma transit di bandaranya saja 😀. Nama bandara di Pontianak adalah bandara Supadio.

Dari Pontianak, masih lanjut naik pesawat lagi, namun pesawat kecil, yaitu pesawat ATR. Perjalanan sekitar 30 menit. Perjalanan 30 menit tapi seperti dalam sauna 😰, panas luar biasa. Sepertinya AC pesawatnya tidak berfungsi atau karena memang suhu luarnya yang sangat panas. 

Bandara Rahadi Oesman Ketapang

Akhirnya perjalanan sauna kita sampai juga di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Cobaan ternyata masih berlanjut, panasnya tetap ikut dunks. Di Ketapang ternyata super panas. Panas dan gerah serta berdebu. Selama di pesawat Pontianak-Ketapang juga tidak terlihat hutan Kalimantan yang dulu jadi kebanggaan Indonesia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia. Yang ada hanya hamparan kebun sawit sejauh mata memandang. Mengsedih 😢.

Menurut Forest Watch Indonesia, dalam periode 2000-2017, Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 23 juta hektare. Laju deforestasi di Indonesia pada 2000-2009 sebesar 1,4 juta hektare per tahun. Pulau Kalimantan menjadi wilayah yang menjadi penyumbang terbesar kehilangan hutan di Indonesia. 

Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia. Riset dari lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Luas penebangan hutan itu setara dengan enam kali luas negara Singapura atau hampir tujuh kali luas wilayah DKI Jakarta.

Ketua Yayasan Auriga Nusantara, Timer Manurung, berkata deforestasi dipicu oleh rangkaian kebijakan pemerintah, dari ijin konsensi tambang, perkebunan sawit, kayu, hingga program strategis nasional (PSN) seperti lumbung pangan (food estate). 

"Deforestasi terjadi secara terencana (planned deforestation), lewat program-program pemerintah. Itu menggambarkan ketidakpedulian pemerintah Prabowo pada lingkungan", kata Timer kepada wartawan BBC News Indonesia.

Sedih kan? Begitulah.

Lanjut perjalanan saya. Penderitaan suhu panas udara masih berlanjut, ditambah lagi, perjalanan kita belum selesai. Masih akan dilanjutkan perjalanan darat kurang lebih 5 jam. Penderitaan ditambah, mobil sewaan kita ternyata butut. ACnya juga tidak berfungsi, hanya tinggal angin saja, tanpa freon. Penderitaan lain lagi, perjalanan darat ini jangan dibayangkan seperti di Jawa yang mulus. Perjalanan 5 jam itu dengan jalanan jelek, berlubang, tidak beraspal, dan berdebu.

Gambaran perjalanan ini bisa dilihat di video ini:


Jalanan berdebu

Kata teman saya yang orang Kalimantan, menyebut jalanan tersebut dengan sebutan "Paris Dakkar"-nya Kalimantan.

Selain itu kita juga melewati jalanan kebun-kebun kelapa sawit. 


Jalanan Sawit

Itu jalanan sawit yang kering. Ada juga jalanan sawit versi "basah"nya.

Jalanan basah sawit

Luar biasa bukan?

Setelah perjalanan panjang yang tidak nyaman selama 5 jam, akhirnya kami menginjakkan kaki juga di Air Upas. Kami tinggal di salah satu hotel alias losmen yang paling terkenal di Air Upas. Namanya Losmen Bahagia.

Losmen Bahagia

Di sinilah saya menghabiskan waktu selama 2 minggu di Air Upas. 

Cerita eksplor Pulau Kalimantan masih akan berlanjut di postingan berikutnya.

Coba bagikan pengalaman "pertama kali" kalian juga ya.


Referensi:
1. https://fwi.or.id/hutan-papua-dan-kalimantan-alami-deforestasi-yang-tinggi/
2. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy01ywe19xdo



#KLIP2026
#IbuProfesional
#KelasLiterasi
#KonsistenMenulis
#Hari79












 



Komentar

  1. Wah, perjalanan pertamanya ke Kalimantan langsung dapat paket lengkap ya, mulai dari transit di Pontianak, pesawat ATR yang terasa seperti sauna, sampai merasakan "Paris Dakar"-nya Kalimantan. Saya ikut sedih membaca bagian tentang hamparan sawit yang menggantikan hutan yang dulu begitu identik dengan Kalimantan. Semoga masih ada upaya serius untuk menjaga hutan yang tersisa. Meski perjalanannya penuh tantangan, pengalaman pertama seperti ini justru biasanya yang paling membekas dan paling seru untuk dikenang. Ditunggu cerita lanjutan eksplorasi Air Upas dan Kalimantannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, paket komplit. Dan memang pengalaman pertama akan selalu terkenang, apalagi pengalaman seperti di Kalimantan ini. Terima kasih mba

      Hapus
  2. Baca yang bagian deforestasi bikin kesal deh. Duh duuuhh...
    Pengalaman pertama saya pernah tulis juga di blog, mbak. Pertama kali naik pesawat sekaligus pertama kali ke luar negeri. Di sana mengalami beberapa kejadian janggal yang saat ini klo dikenang bikin ketawa sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sedih banget, Jadi gak kebagian menikmati hutan Kalimantan secara langsung, telat sekian puluh tahun berkunjung ke Kalimantannya:-(. Wah memang selalu seru ya pengalaman pertama itu dan kalaupun ada kejadian janggal, setelahnya malah jadi lucu ya sebagai kenangan :-)

      Hapus
  3. Awalnya sangat excited membaca cerita perjalanan menjelajah buminya, Mba. Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, ya. Jadi ingat sebuah ayat Siiruu fil Ardhi...

    Lalu sedih membaca tentang kehilangan. Kehilangan hutan-hutan di Kalimantan. Huhu.

    Ya Allah, semoga Allah perbaiki negeri ini. Ditunggu kelanjutannya, Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, semoga Allah perbaiki Indonesia tercinta nan indah ini, Aamiin...

      Hapus
  4. Emang sedih banget kak kalau lihat deforestasi di Indonesia.. Parah parah banget patah hati yang nyata banget. Jahat banget ya yang ngaku demi 'Indonesia'.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sedih banget mba. Hutannya sudah jauh sekali berkurang :-(

      Hapus
  5. Perjalanan yang menarik dan melelahkan juga ya Mbak? Tapi pengalaman pertama menginjakkan kaki kemana pun selalu excited karena nggak ada terulang, vibesnya bakalan beda juga kalau diulang. Wah, di jalanan sawit itu nggak ada rumah-rumah warga yaa? sepi kah? penasaran, lanjut part 2 Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga ya? kalau pengalaman pertama diulang memang tidak se-excited yang pertama kali ya? Untuk perkampungan warga ada di cluster/kumpulan perumahan warga gitu, ada juga yang mereka sebut "estate".

      Hapus
  6. Selalu ada yang pertama untuk menjejak yang berikutnya dan berikutnya yaah..
    Pengalaman luar biasa dan melihat dengan terang mengenai deforestasi hutan Indonesia, bukan dari video atau berita yang mungkin bisa aja dibumbui sana sini.
    Subhanallahu.. semoga Allah selamatkan kita semua dari kerusakan dan bencana alam yaa... amiin allahumma amiin.

    Selamat menikmati perjalanan di Air Upas.
    Semula, dari namanya kupikir nama pesawatnya, hehehe.. ternyata memang nama daerahnya yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, uniknya ya namanya "Air Upas" :-). Iya mba, semoga Allah selamatkan kita semua dari kerusakan dan bencana alam, Aamiin..

      Hapus
  7. Sedih banget ya mba...melihat deforestasi yang demikian masif di Kalimantan, kalau kita mau mendarat keliatan banget pulau ini sudah sangat berkurang wilayah hutannya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul banget mba. Keliatan sekali kalau hutan Kalimantan sudah sangat jauh berkurang, sedih..:-(

      Hapus
  8. Gak sampai sepuluh tahun udah sekitar satu koma empat juta hektare lahan di Kalimantan habis ya.... Ini sangat menyedihkan
    Apalagi bagi satwa di sana ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mikirin hutannya habis, saja sudah sedih, apalagi ditambah memikirkan satwanya yang sudah pasti kehilangan tempat tinggalnya :(

      Hapus
  9. wah welcome tu kalimantan, mbak. memang sudah bukan hal aneh lagi sih kalau jalan di kalimantan buruk banget belum lagi deforestasi akibat penambangan dan lahan kelapa sawit ini. ditunggu cerita selanjutnya selama di kalimantan ya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Antung tinggal di Kalimantan ya? Iya buat warlok mungkin sudah jadi hal biasa ya mba? tapi buat saya sebagai pendatang ya, jadi aneh aza. Banyak perusahaan besar, tapi jalanannya malah buruk banget

      Hapus

Posting Komentar