Pic from Magnific
"Keistimewaan dari sebuah kehidupan adalah menjadi dirimu sendiri" - Joseph Campbell-
Artikel ini untuk kamu, para ibu, yang lagi sibuk mengurus semua orang - kecuali diri sendiri.
Rutinitas setiap pagi, sebelum matahari belum benar-benar naik, ibu sudah bangun. Masak, menyiapkan bekal untuk anak dan suami, membangunkan anak, beres-beres rumah. Setelah itu, baru duduk santai, baru sempat cek pesan masuk sambil menikmati kopi dalam keadaaan sudah dingin.
Kita sebagai ibu, memang jagonya multitasking. Tapi dibalik kehebatan itu, ada satu hal yang sering kita lupa - diri kita sendiri.
Bukan lupa makan. Bukan lupa minum. Tapi lupa merasakan.
Meme Busy Mom
Ada gak yang relate sama meme di atas?
Biasanya ibu sudah memikirkan dan bahkan mengerjakan semua hal itu, kecuali menanyakan satu hal: "gimana kabar kamu hari ini?"
Banyak dari kita tumbuh dalam budaya yang mengajarkan bahwa ibu yang baik adalah ibu yang mendahulukan orang lain. Anak dulu. Suami dulu. Pekerjaan dulu. Orangtua dulu.
Dan kita? Nanti saja.
Tapi "nanti" kadang tidak pernah datang.
| "Kamu tidak bisa menuangkan air dari gelas yang kosong"
Kalimat itu mungkin terdengar klise. Tapi semakin hari, semakin terasa nyata.
Ketika kita terus memberi, tanpa mengisi ulang diri sendiri, yang terjadi bukan hanya kelelahan fisik. Ada yang lebih dalam dari itu. Kita jadi kehilangan jejak siapa diri kita sebelum jadi "istri", "ibu" atau "karyawan".
Kita lupa kalau kita juga punya mimpi. Punya kebutuhan. Punya perasaan yang layak didengar - termasuk oleh diri kita sendiri.
Ini bukan soal egois. Ini soal bertahan.
Infografis Tanda Kamu Butuh Jeda
Kalau dari 5 tanda di atas, kamu mencentang lebih dari tiga, - bukan berarti kamu gagal menjadi ibu. Justru sebaliknya. Itu artinya ibu sudah sangat keras berusaha, bahkan sampai lupa merawat "mesin"nya.
Untuk merawat "mesin" itu, ibu butuh Jeda.
Jeda itu bukan kemewahan. Jeda adalah kebutuhan.
"Jeda" itupun tidak harus panjang. Tidak selalu harus pergi ke spa atau jalan-jalan akhir pekan ke tempat-tempat yang sedang viral. Namun, bisa dengan semudah minum teh atau kopi atau coklat hangat dalam keheningan selama sepuluh menit. Atau menulis satu kalimat syukur di jurnal harian. Atau berjalan kaki sendirian tanpa earphone.
Mulai dari hal kecil. Tapi mulailah sekarang.
Ibu yang sedang membaca ini, mungkin membaca di sela-sela menunggu lauk matang, atau menunggu jemput anak pulang sekolah, atau di kamar mandi supaya tidak ada yang mengganggu, atau saat malam hari sambil menunggu kantuk. Padahal ibu layak untuk ada dalam daftar prioritas ibu sendiri.
Bukan di posisi terakhir. Bukan setelah semua beres. Tapi SEKARANG!
Karena ibu yang sehat - fisik dan batinnya - adalah fondasi terkuat yang bisa ibu berikan kepada keluarga ibu tercinta.
Dan itu dimulai dari satu pertanyaan sederhana, yang mungkin belum pernah ibu tanyakan kepada diri ibu sendiri:
| "Hei diri, apakah kamu baik-baik saja?"
Yuk, ibu, cerita kapan terakhir ibu bertanya kepada diri ibu sendiri?
Karena satu-satunya orang yang bertanggungjawab untuk mencintai diri ibu adalah ibu sendiri, bukan orang lain.






