Banjir 2008

Memasuki bulan Februari 2008
Hujan baru turun sehari semalam saja, namun Jakarta sudah terendam banjir di banyak titik banjir dan mengakibatkan kemacetan dimana2. Padahal di pintu air-pintu air, masih dalam batas normal, dan banjir jakarta kali ini bukan banjir kiriman. Padahal dulu klo Jakarta banjir, yang selalu jadi kambing hitam adalah si Kota Hujan, Bogor, yang katanya mengirimkan banjir kiriman. Ngirim koq banjir?ngirim makanan keq, buah keq, uang keq, tokek kek (lho?!). Berarti, mengutip editorialnya Media Indonesia "Jakarta sudah sangat sakit".
Yang pengen saya soroti juga, bahkan akses jalan tol dari dan menuju bandara juga lumpuh, sampai-sampai bandara sempat ditutup selama beberapa waktu yang mengakibatkan delay bahkan cancelation beberapa penerbangan. Beberapa pesawat yang sudah terbang yang menuju Jakarta, banyak yang dialihkan, terlantarnya para penumpang pesawat dan banyak lagi side effect dari banjir.
Itu padahal baru berasal dari hujan yang belum begitu besar, hujan belum mencapai puncaknya dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Masih akan ada hujan yang jauh lebih besar, hujan lokal maupun nanti ada kiriman dari Bogor. Akan jadi seperti apa nantinya Jakarta?Setiap aksi pasti ada reaksi. Setiap aksi manusia yang tidak menghargai alam dan justru merusaknya dan mengganggu keseimbangan alam, maka secara hukum alam, alam juga pasti akan memberi reaksi atas ketakseimbangan yang disebabkan tangan2 nakal manusia.
Indonesia yang mencanangkan Visit Indonesia Year 2008, tapi bandara internationalnya jadi lumpuh begitu, bagaimana bisa mengundang kedatangan turis2 mancanegara klo akses masuknya lumpuh?malu seeh sebenarnya. Dah gitu pemerintahnya tidak cepat tanggap darurat bencana lagi. Kita tuch gak pernah bisa belajar. Nunggu sampe terjadi sesuatu yang besar dulu baru semuanya dibenahi, tidak ada usaha antisipatif. Klo kayak gitu ceritanya, kadang saya minta sama Tuhan, ya Allah, Jakarta tenggelamin aza dech, biar orang2nya pada sadar dan kembali ke Jalan-Mu, kenapa mesti Aceh, sang serambi Mekkah yang diluluh lantahkan, kenapa gak Jakarta, neraka dunia itu?
Tapi gak perlu saling menyalahkan, karena gak akan pernah selesai. Lakukan saja sebisanya yang bisa kita lakukan. Klo buang sampah jangan sembarangan, membersihkan saluran air disekitar rumah kita dan hal2 kecil lain yang bisa kita lakukan.
Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari yang kecil, mulai SEKARANG juga!


wp@02022008